Selasa, 15 Desember 2015

Tugas 6 Penulisan Naskah Produksi dan Copy Writing

1. Apa pengertian Copy Writing itu ?

Copy writing adalah kemampuan membuat dan menghasilkan tulisan/teks untuk kepentingan beriklan (pada umumnya).

2. Apa fungsi Copy Writing ?

copywriting sangat penting dalam proses eksekusi sebuah karya iklan karena di dalam teks-lah gambaran mengenai bentuk, arahan, dan target yang akan dicapai dapat disimak.

3. Sejauh mana anda bisa mendapat kesadaran tentang manfaat latihan copy writing sebagai bagian kegiatan DKV ?

Dengan mempelajari copy writing kita jadi lebih mengetahui akan pentingnya pemilihan gaya bahasa, jenis bahasa, sifat dan penempatannya dalam memperkuat daya tarik sebuah produk diluar dari desain yang di utamakan.

4. Bagaimana pandangan anda tentang penulisan naskah produksi ?

Naskah merupakan tempat dimana ide-ide maupun imajinasi-imajinasi yang ditulis dan disusun menurut suatu urutan yang teratur dan sistematis. Naskah merupakan suatu gambaran kasar tentang apa yang ditampilkan pada layar komputer, tiap lembar naskah akan mewakili satu tampilan layar komputer. Naskah dikatakan baik apabila dapat memberikan panduan bagi kita yang akan memproduksi yang nantinya akan bersama-sama untuk menterjemahkannya kedalam bentuk tampilan gambar, foto, audio, animasi maupun video dan sebagainya. (https://naratekpend.wordpress.com/2012/07/01/penulisan-naskah-media/)

Minggu, 25 Oktober 2015

Tugas 4 Penulisan Naskah Produksi & Copy Writing

KUMPULAN BEBERAPA MEME UNIK
TENTANG BUANG SAMPAH DI KOTA BANDUNG












Tugas 3 Penulisan Naskah Produksi & Copy Writing

INFORMASI JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA

PENGERTIAN DAN SEJARAH DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
PENGERTIAN DESIGN KOMUNIKASI VISUAL
Istilah Desain Komunikasi Visual sudah sering didengar, namun masih saja banyak yang belum mengetahui sebenarnya istilah tersebut dan sejauh mana ruang lingkup hingga pengaruhnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagian orang secara gampang mengartikan Desain Komunikasi Visual identik dengan tukang reklame atau pekerjaan tukang bikin iklan di sepanjang jalan dengan papan nama yang bertuliskan advertising  menerima pesanan sepanduk satu jam jadi, cetak undangan, sablon dll. Itulah gambaran sekilas dari sebagian masyarakat kita, sehingga mereka memandang sebelah mata orang yang bergelut di dunia desain.
Ada juga sebagian orang yang mengira bahwa Desain Komunikasi Visual ( DKV ) itu identik dengan iklan. Memang tidaklah salah pernyataan tersebut, namun juga tidak sepenuhnya benar. Iklan hanya salah satu bidang yang dihasilkan oleh desain komunikasi visual.
Sedangkan menurut suber dari wikipedia Desain komunikasi visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia dengan singkatan DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.
Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya.
Bagi kalangan praktisi periklanan dan dunia akademik di bidang komunikasi istilah ini telah dikenal, walaupun  Desain Komunikasi Visual merupakan istilah yang baru (sebelumnya dikenal dengan desain grafis). Kalangan akademis menyebutnya pun beragam, ada yang menyebut sebagai DKV ( Dekave ) atau DISKOMVIS, yang merupakan akronim dari  Desain Komunikasi Visual.
Asal Kata Desain Komunikasi Visual
Jika kita memulai mendefinisikan  Desain Komunikasi Visual  ditinjau dari asal kata (etimologi) istilah ini terdiri dari tiga kata, desain diambil dari kata “designo” (Itali) yang artinya gambar. Sedang dalam bahasa Inggris desain diambil dari bahasa Latin designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam dunia seni rupa istilah desain dipadukan dengan reka bentuk, reka rupa, rancangan atau sketsa ide.

Kemudian kata komunikasi berarti menyampaikan suatu pesan dari komunikator ( penyampai pesan ) kepada komunikan (penerima pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu. Komunikasi sendiri berasal dari bahasa Inggris communication yang diambil dari bahasa Latin “communis” yang berarti “sama” ( dalam Bahasa Inggris:common ). Kemudian komunikasi kemudian dianggap sebagai proses menciptakan suatau kesamaan ( commonness ) atau suatau kesatuan pemikiran antara pengirim ( komunikator ) dan penerima ( komunikan ).
Sementara kata visual bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual.
Jadi Desain Komunikasi Visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan ( arts of commmunication ) dengan menggunakan bahasa rupa ( visual language ) yang disampaikan melalui media berupa desain yang bertujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang ingin diwujudkan. Sedang Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi gambar/foto,tipografi/huruf  dan sebagainya yang disusun berdasarkan kaidah bahasa visual yang khas berdasar ilmu tata rupa.

SEJARAH DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Di Indonesia, Desain grafis dan cabang desain lainnya hadir berkat digalakannya kolonilaisasi. Pada masa pendudukan Belanda, pemerintahannya pernah menunjuk beberapa seniman untuk melakukan studi landscape di Indonesia untuk merekam eksotisme negara ini yang kemudian dituangkan dalam karya lukisan yang berkesan romantis dan beberapa teknk cetak seperti wood engravingdan lithography. Karena memang pada masa ini seni rupa Barat sedang merayakan romantisme yang kajian visualnya seringkali ditujukan pada landscape dan peristiwa heroik, yang dikenal dengan istilah ‘mooi indie’, atau hindia yang cantik. Berangkat darinyalah desain grafis mulai diperkenakan secara tidak langsung kepada rakyat Indonesia. penguasaan teknik cetak pun bukan dari akademi, namun sebatas dari obrolan dan interaksi dengan orang asing. Mesin cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. Karena tidak ada operatornya, mesin itu menganggur sampai berpuluh-puluh tahun. Tujuan misionaris mendatangkan mesin cetak erat kaitannya dengan niat mereka untuk mencetak kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen. Selain mencetak kitab suci, mereka juga menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan Kristen. moving image,display dan pameran. Sejak tahun 1979, istilah desain komunikasi visual mulai dipakai menggantikan istilah desain grafis.
Akhir 1970 dan seterusnya, tumbuh perusahaan-perusahaan desain grafis yang sepenuhnya dipimpin oleh desainer grafis. Berbeda dengan biro iklan, perusahaan-perusahaan ini mengkhususkan diri pada desain-desain non-iklan, beberapa di antaranya adalah Vision (Karnadi Mardio), Grapik Grapos Indonesia (Wagiono Sunarto, Djodjo Gozali, S Prinka dan Priyanto Sunarto), Citra Indonesia (Tjahjono Abdi dan Hanny Kardinata) dan GUA Graphic (Gauri Nasution). Di Bandung sebelumnya sudah ada design center Decenta yang didirikan pada tahun 1973, antara lain oleh AD Pirous, T Sutanto, Priyanto Sunarto, yang walau lebih mengandalkan pada disiplin seni grafis juga menangani beragam produk desain grafis, mulai sampul buku, kartu ucapan, logo, kalender, pameran dan elemen estetis gedung.
Periode awal 1980 mencatat perkembangan jumlah perusahaan desain grafis yang cukup signifikan di Jakarta, antara lain: Gugus Grafis (FX Harsono, Gendut Riyanto), Polygon (Ade Rastiardi, Agoes Joesoef), Adwitya Alembana (Iwan Ramelan, Djodjo Gozali), dan di Bandung: Zee Studio (Iman Sujudi, Donny Rachmansjah), MD Grafik (Markoes Djajadiningrat), Studio “OK!” (Indarsjah Tirtawidjaja dkk), dll.
Menjelang akhir 1990-an, konsepsi baru seni global yang diberi tajuk postmodernisme yang digalakan sampai sekarang ini membawa arus perubahan dan kebaruan yang radikal dan kritis pada seni rupa Indonesia, tidak terlepas seni grafis. Penyampaian idea yang dimiliki seiman pada karya dituangkan pada
media dan material yang dianggap tidak lazim pada masanya. Seperti lahirnya performance art, instalasi, dan media lainnya yang unik dan mengundang kontroversi. Seperti pada Bienalle IX Jogja yang sebagian besar karyanya merayakan kehadiran potmodernisme dengan menjatuhkan pilihan pada instalasi. Meskipun begitu, seniman grafis tetap mencoba memadukan teknik grafis dengan media asing yang dinamai instalasi, sepreti yang dilakukan Marida Nasution pada pameran ‘Taman Plastik’, Tisna Sanjaya dengan instalasinya yang berjudul ‘Seni Grafis dan Sepakbola’, dan beberapa seniman lainnya yang mencoba tetap menyisipkan corak seni grafis yang membentuk proses penciptaan karyanya bersanding dengan arus deras kritisisme postmodernisme.
Lebih jauh lagi, eksplorasi media seni grafis kian berkembang didukung oleh laju perkembangan teknologi yang kian pesat juga. Teknologi-teknologi grafis mutakhir pun seperti c-print, digital print, dll mulai dipertanyakan konvensinya. Beberapa pihak mencoba untuk mengamini hal tersebut, namun banayak pihak yang ‘keukeuh’ menyuarakan seni grafis konvensional lebih bernilai daripada seni grafis dengan media cetak mutakhir, dengan anggapan terlalu mudahanya reproduksi yang ditawarkan media cetak baru yang disokong teknologi sehingga dianggap makin menjauhkan dan membei jarak seniman dari karyanya. Namun kalangan postmodernisme yang ekletis beranggapan bahwa penciptaan karya seni tidak lagi dibatasi pada konvensinya, namun sejauh apa seniman mampu mempertanggung jawabkan pemilihan penuangan ide karya pada jenis media.
Selain perkembangan historikal di atas, hal menarik yang terlihat pada perkembangan seni grafis Indonesia juga tampak pada dialog Jogja-Bandung yang selalu hangat dibicarakan sampai saat ini, seperit pada seni lukis, seni grafis pun mulai menampakkan kecenderungan karya yang berbeda antar seniman Jogja dan Bandung. Secara umum, dari masa Sudjojono, bapak seni lukis modern Indonesia, kecenderungan mazhab kedua kota ini memang berbeda, Jogja yang lekat dengan kaitan seni dengan kehidupan sosial kemasyarakatan dan Bandung dengan perayaan modernism pada karyanya. Pun pada akademi seni yang dikembangkan oleh kedua kelompok seniman yang telah memiliki perbadaan visi ini, Sekolah Guru Gambar yang kemudian menjadi ITB, dan ASRI yang kemudian menjadi ISI Jogja. Perbedaan visi yang diturunkan para pendir akademi ini kemudian berkembang dan kian mengerucut, sehingga kedua kecenderungan ini ramai dibicarakan. Khususnya pada seni grafis, kecenderungan penggunaan media pun mulai terlihat, hal ini boleh jadi disebabkan oleh ketersediaan mesin cetak dan alat pendukung lainnya dalam berkarya seni grafis. ITB, dikenal sebgai institusi yang memiliki mesin terlengkap di Indonesia melahirkan seniman yang diberi kesempatan lebih untuk mengeksplorasi teknik grafis, sementara di Jogja, kelangkaan mesin cetak datar dan kurang fungsionalnya mesin cetak dalam kemdian megantarkan senimannya untuk amat menggeluti teknik cetak tinggi. Serigrafi, kemudian menjadi media yang diminati kedua polar ini, karena kemudahan dalam pengayaan media pendukungnya, namun tetap memiliki kecenderungan yang berbeda dalam penyajian karyanya. Keterbatasan mesin ini kemudian tidak dikeluhkan para penggrafis Jogja, mereka dengan giarnya menggeluti cukil kayu hingga mencapai penguasaan teknis yang dapat dinilai amat baik. sementara di bandung, tradisi kesadaran media menjadi hal yang sering dipertanyakan pada senimannya, karena keleluasaan dalam pemilihan teknik cetak yang digunakan.
Seni grafis kontemporer Indonesia adalah cabang seni yang dinilai amat kaya, baik secara visual mauoun ide yang diutuangkan senimannya. proses berkarya grafis kemudian mempengaruhi kecenderungan berkarya para senimannya kemudian melahirkan seniman yang memiliki pola kerja yang teratur dan pemikiran yang terstruktur. Perkembangan seni grafis kontemporer Indonesia kiranya dinilai amat berkembang dengan baik, eskplorasi teknis diaplikasikan pada media yang dianggap kurang lazim dalam penyajian karya grafis. Dari kertas, kanvas, kayu, bahkan akrilik. Perayaan teknologi pun memberikan banyak opsi yang sangat banyak bagi seniman grafis untuk berkarya. Bahkan lebih jauh lagi, pereneungan kontemplatif seniman kemudian melahirkan penyajian karya yang menggunakan teknik cetak secara filosofis.

JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
di UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA, BALI

kampus bawah Fakultas Bahasa dan Seni

Di Bali, ada beberapa perguruan tinggi yang memberikan materi secara langsung baik itu fakultas maupun jurusan desain komunikasi visual. Di Bali utara, tepatnya dikota Singaraja terdapat sebuah Universitas yang bernama Universitas Pendidikan Ganesha, dimana didalamnya terdapat jurusan Desain Komunikasi Visual di bawah Fakultas Bahasa dan Seni, bertempat di jl. A.Yani Nomor 67, Singaraja. Jurusan ini baru baru lahir tahun 2013, dengan angkatan pertama 5 orang. Mungkin karena kurangnya informasi dan progam studi jangka diploma 3 tahun yang dibuka menyebabkan sedikitnya peminat.

     Walaupun dengan mahasiswa yang bisa dibilang sedikit, jurusan Deskomvis Undiksha tetap melanjutkan perjuangan demi melahirkan desainer – desainer handal dari Singaraja. Di tahun pertama, jurusan Deskomvis Undiksha mengadakan pameran kartun yang dibuka langsung oleh bapak Bupati, bekerja sama dengan komunitas kartunis di Singaraja.

Logo DKV UNDIKSHA

    Umumnya sebuah jurusan di Universitas, pasti memiliki HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Deskomvis Undiksha pun memiliki HMJ dengan nama IMADEKUAL (Ikatan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual). Imadekual dalam bahasa bali bisa diartikan si made yang nakal. Made adalah salah satu nama khas untuk orang bali, sedangkan kual berarti nakal. Maksudnya adalah nakal dalam konteks berkreasi yang kreatif seperti anak kecil yang baru tumbuh mengenal dunia.


Ketua Jurusan DKV UNDIKSHA

Logo HMJ DKV UNDIKSHA


Banyak Kegitan yang sudah dilaksanakan oleh jurusan maupun HMJ Deskomvis Undiksha sampai angkatan ke tiga tahun 2015, untuk info lebih lanjut tentang jurusan Desain Komunikasi Visual Undiksha bisa di lihat di :





Minggu, 06 September 2015

Tugas 2 Penulisan Naskah Produksi & Copy Writing

REVIEW ACTION CAMERA
XIAOMI YI


Sebelumnya, Yi Camera adalah besutan dari vendor Xiaomi yang terkenal dengan produk handphone mereka. Tidak mau ketinggalan momen, pada era kamera action yang kecil, ringkas dan tentu saja tidak melepaskan segi kualitas dari hasil yang didapat. Maka lahirlah kamera ini. Xiaomi Yi Action camera.




Unboxing

Ringkas, kesan pertama saat mendapatkan kamera ini. Dengan bungkus box kertas coklat mungil. Terlihat bahwa ada efisiensi harga yang ingin disampaikan. Dalam penjualannya pun tidak terdapat case underwater, mounting atau kepala charger. Hanya tersedia kabel, baterai & kamera dengan Manual book berbahasa cina.



Xiaomi Yi Camera Paket Penjualan
Kamera

Dibenamkan kekuatan pixel sebesar 16Mp. Yi camera unggul kerapatan pixel dibanding hero3+ ( 12mp) dan sj5000 (14mp). Selain itu spesifikasi spek Sony Exmor R CMOS juga telah ditanamkannya. Segi desainnya sangat simple.Tidak ada display lcd atau bahkan tampilan untuk menunjukkan mode apa yang akan kita gunakan saat pengambilan gambar. Sehingga jika tidak ada aplikasi Yi camera di handpone tentu saya cukup kerepotan dibuatnya.

Tampak Depan Kamera Xiaomi

    Tampak Samping

Tampak Belakang Aplikasi pihak ke tiga.

Agak kesulitan ketika mencari aplikasi pihak ke tiga untuk kamera ini. Pada OS android, playstorenya pun saya belum menemukan aplikasi untuk Yi Camera. Tetapi walau begitu, pihak xiamoi juga sebenarnya telah memberikan barcode di boxnya untuk dapat mengunduh aplikasi. Tetap, karena dalam beberapa kata masih berbahasa cina saya pun akhirnxa tetap bingung. Setelah oprek-oprek dan searching di internet, akhirnya dapat juga aplikasi full englishnya dan bisa di download di Google Playstore dan Appstore untuk versi 1.3.  Minusnya  aplikasi ini adalah terkadang susah konek dengan smartphone apalagi dengan  os android 5.1.

Update
sekarang di playsote juga sudah ada versi 1.6. 


Mode dalam pengambilan gambar

Hasil Photo
Indoor :

Outdoor :


Harga
Yi kamera dibandrol dengan harga 1.5-1.7 juta untuk basic edition di indonesia tanpa casing anti airnya.

Kesimpulan.
Di range harga yang terbilang standart, Yi kamera bisa dikatakan sangat keren dengan hasil yang didapat. Namun belum adanya mounting dan case underwater menjadi pertimbangan sendiri bagi para pecinta permainan air. Ditambah untuk casingnya tampaknya saat ini masih agak susah dicari.

Tugas 1 Penulisan Naskah Produksi & Copy Writing





Slogan Poduk Rokok Gudang Garam International
“PRIA PUNYA SELERA”
Pada slogan / tag line produk rokok gudang garam ini saya mendeskripsikan artinya adalah setiap pria memiliki seleranya masing – masing dalam segala hal. Di produk rokok ini yang dimaksudkan adalah pria yang benar – benar pria perokok pasti memilih rok gudang garam international.
Font dan Tata letak :

Font yang digunakan merupakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait yang dibentuk tegas dan tebal, menandakan pria itu tegas dalam menentukan seleranya. Tata letak yang lebih menonjolkan kata “PRIA” dan “SELERA” juga bermaksud memberikan makna yang sama.





Slogan Poduk Olah Raga International
NIKE
“JUST DO IT”
Pada slogan ini memiliki arti lakukan saja, yang bermakna jangan pernah merasa pesimistis dalam segala hal (dalam konteks ini olah raga), memberikan semangat kepada semua orang agar percaya pada kemampuan diri sendiri dan lakukan yang terbaik.
Font dan Tata letak :
Menggunakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait pada desainnya dan dicetak tebal dengan tambahan garis lurus di tengah tiap kata yang bermakna tetap melangkah lurus, lakukan saja.




Slogan Yamaha 2015
“LAMPAUI DIRIMU”
Memiliki arti lampau batasan yang menghalangi, sejatinya batasan yang sesungguhnya itu adalah dirimu sendiri. Mulai dari sekarang melesatlah dengan mimpimu, melewati batasmu, dan melampaui dirimu. Nah, bersama melampau diri, maka kita jadi yang terdepan (Yoichiro Kojima selaku Presiden Direktur YIMM).
Font dan Tata letak :

Menggunakan font script / huruf spontan atau kreasi. Yamaha selalu mengganti slogannya tiap tahun di tiap peluncuran produk terbarunya dengan desain huruf yang menarik.







Slogan Produk Rokok Djarum Super
“MY LIFE, MY ADVENTURE”
Sangat menggambarkan suasana petualangan dalam slogan ini. Petualangan dalam hidup dan petualangan yang lain. Memberikan makna penikmat produk rokok ini adalah orang menikmati hidupnya seperti berpetualang, tanpa batas dan penuh keberanian.
 Font dan Tata letak :
Menggunakan font sans serif / hurup tanpa kait yang dicetak tebal, memberikan arti tegas, berani dan penuh semangat.



Slogan Mie Sedap Cup
“CUPDATE YOUR TASTE, MIE SEDAP YANG SEDAAPNYA UP TO DATE”
CUPDATE YOUR TASTE, bermaksud memaparkan kata update your taste yang berarti perbaharui rasamu. Karena disini produk terbaru mie sedap dalam kemasan cup, jadi diubah dari update menjadi cupdate untuk mengenalkan produk dan tampil lebih beda.
 Font dan Tata letak :

Memakai jenis font sans serif / huruf tanpa kait. Dicetak miring dan ditonjolkan kata cupdate sebagai perkenalan produk baru.


Slogan Produk Rokok STAR MILD
“BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP”
Memberikan makna merasakan sensasi hidup lebih berarti ketika para penikmat rokok mengkonsumsi produk Star Mild ini. Varian rasa yang berbeda disajikan dalam produk rokok ini yang mejadi dasar slogan tersebut.

Font dan Tata letak :
Menggunakan jenis huruf sans serif / huruf tanpa kait dengan tata letak memberikan kesan perspektif.





Slogan Produk Electronic Apple
”THINK DIFFERENT”
Sesuai dengan arti katanya yaitu berfikir yang berbeda, produsen ini mengusung perbedaan dari produsen – produsen sejenis lainnya. Apple sangat menonjolkan kualitas dengan produk yang mereka produksi baik dari segi desain, software, hardware dan yang lain. Sangat terkesan tertutup, berupaya selalu menjadi produsen nomor satu dengan kualitas dan harga yang cukup tinggi.

Font dan tata letak :

Menggunakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait yang sederhana, dengan maksud mudah dibaca dan dimengerti.


Slogan produsen makanan cepat saji Mc Donald
“I’m Lovin’ it”
Restaurant cepat saji ini sudah sangat terkenal diseluruh penjuru dunia. Hanya melihat logo dari jauh saja kita sudah tau jika itu adalah Mc Donald. Kata I’m Lovin’ it bermaksud semua orang yang menikmati produk ini sangat menyukai dan tidak pernah bosan, selalu ingin dan ingin lagi.

Font dan tata letak :
Menggunakan jenis huruf sans serif / huruf tanpa kait yang sederhana dan mudah dibaca tanpa ada penambahan kreasi huruf, karena dari logo saja produsen ini sudah dikenal orang.


Slogan produsen makanan cepat saji KFC
“It’s Finger Lickin’ Good!”
Maksud dari slogan tersebut adalah sangat menikmati makan dengan jarimu. Artinya cukup dengan jari saja kita menikmati produk makanan restaurant cepat saji ini sudah cukup nikmat. Slogan ini jarang kita temui karena logo saja sudah sangat terkenal tanpa memberi kata kata tambahan.

Font dan tata letak :
Menggunakan jenis huruf sans serif / huruf tanpa kait yang sederhana dan mudah dibaca.


Slogan produsen telepon seluler NOKIA
“CONNECTING PEOPLE”
Memberikan makna bahwa produsen ini dapat mempermudah koneksi / komunikasi kita dengan sesama. Memperdekat komunikasi dengan orang ditempat berbeda dengan menggunakan produk ini.

Font dan tata letak:
Menggunakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait dengan desain sederhana dan mudah dibaca.

Slogan produsen kendaraan bermotor Chevrolet
“FIND NEW ROADS”
Menampilkan kesan bahwa produsen kendaraan bermotor ini bisa memberikan sensasi yang berbeda ketika mengendarai produknya, seperti berada dijalan baru yang belum pernah dijamah.

Font dan tata letak:
Menggunakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait dengan tercetak miring dan pemberian warna berbeda pada kata “new” yang bermaksud memberi kesan berkendara yang berbeda.

Slogan produsen kendaraan bermotor SUBARU
“Confidence in Motion”
Percaya diri dalam setiap gerakan, itulah pesan yang ingin disampaikan oleh produsen kendaraan bermotor ini. Dengan produk – produknya yang terbaru, produsen ini ingin mengedepankan agar konsumen lebih percaya terhadap produknya yang ditandai dengan penambahan fitur – fitur canggih terkini.

Font dan tata letak:
Menggunakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait dengan tercetak miring yang sederhana agar mudah dibaca dan dimengerti.

Slogan WIKIPEDIA
“The Free Encyclopedia”
Sesuai artinya yaitu ini adalah perpustakaan gratis yang ada di internet. Info mengenai apapun yang kita butuhkan ada disini walaupun tidak lengkap. Secara garis besar ada.

Font dan tata letak:
Menggunakan jenis font serif / huruf dengan kait, memberikan kesan agar tidak mudah lelah dibaca.



Slogan produsen electronic LG
“Life’s Good”
Menyampaikan pesan jika menggunakan produk ini hidup kita akan lebih baik. Baik dalam menikmati kehidan sehari – hari dengan produk – produk dari LG.

Font dan tata letak:
Menggunakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait dengan desain yang sederhana.

Slogan produsen permen SKITTLES
“TASTE THE RAINBOW”
Produsen permen ini ingin memberikan sensasi yang berbeda ketika konsumen menikmati setiap warna yang ada pada produk permen tersebut. Tiap warna memiliki varian rasa buah yang berbeda.

Font dan tata letak:
Menggunakan jenis font sans serif / huruf tanpa kait dengan tercetak tebal guna menyampaikan pesan yang dimaksud.